Kamis, 09 April 2015

PEMELIHARAAN TANAMAN KAKAO

Pemangkasan
Tanaman Kakao

Oleh 

Massuanna. AS, SP
(THL-TBPP)


PENDAHULUAN

Pemangkasan pada tanaman kakao adalah kegiatan memotong (pembuangan) bagian tanaman yang berupa cabang, ranting, dan daun. Tanaman kakao dalam pertumbuhan dan perkembangannya memerlukan intensitas sinar matahari yang optimum. Pada sinar matahari yang optimum tersebut kecepatan fotosintetis akan maksimum. Intensitas sinar matahari yang optimum bagi tanaman kakao berubah menurut umur tanaman. 
Tanaman muda atau tanaman belum menghasilkan memerlukan intensitas sinar matahari yang rendah dan berangsur-angsur kebutuhan sinar matahari semakin tinggi sejalan dengan bertambahnya umur tanaman.Tanaman kakao tidak membutuhkan sinar matahari penuh selama perkembangannya, sehingga dibutuhkan adanya pengaturan sinar matahari. Pengaturan kebutuhan intensitas sinar matahari pada tanaman kakao dilakukan pada kegiatan pemangkasan, baik pemangkasan pohon pelindung maupun pemangkasan tanaman kakao itu sendiri.

TUJUAN PEMANGKASAN

Tujuan pemangkasan pada tanaman kakao adalah :
ø   Pembentukan kerangka dasar (frame) tanaman kakao yang baik, tegap, kuat menyanggah cabang, ranting dan daun sehingga pertumbuhan tanaman seimbang.
ø     Mengatur sedemikian rupa sehingga sinar matahari masuk ke dalam tajuk secara merata, sehingga daun lebih produktif dalam menghasilkan asimilat.
ø    Mendorong tanaman membentuk daun baru yang kemampuannya menghasilkan asimilat lebih tinggi.
ø      Meningkatkan kemampuan tanaman membentuk bunga dan buah
ø   Membuang bagian tanaman yang tidak dikehendaki misalnya :  cabang mati, cabang rusak, cabang sakit, tunas air, dll.
ø       Mengurangi resiko serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT),
ø     Mempermudah melakukan kegiatan atau perlakuan terhadap tanaman misalnya : pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan, panen dan lain-lain.

TAHAPAN PEMANGKASAN
Tahapan pemangkasan yang akan diuraikan disini khusus ditujukan pada tanaman yang berasal dari tunas ortotrop (baik tanaman yang berasal dari semaian maupun yang berasal dari klonal). Sedangkan jenis pemangkasan yang akan diuraikan adalah jenis pemangkasan yang didasarkan pada tujuan. Adapun tahapan pemangkasan yang didasarkan pada tujuan adalah sebagai berikut :

1.    Pemangkasan bentuk.
Pemangkasan bentuk bertujuan untuk membentuk habitus tanaman kakao agar tercipta kerangka (frame) tanaman yang baik, yakni tanaman kakao yang memiliki cabang-cabang utama (cabang primer) yang tumbuhnya kokoh dan sehat. Selain itu apabila memungkinkan arah pertumbuhan cabang-cabang utama tersebut diatur agar bisa merata.
Pemangkasan bentuk dilakukan dengan cara mengurangi cabang primer yang semulberjumlah empat atau lebih menjadi hanya 3 (tiga) cabang saja.dalam pemangkasan bentuk yang menjadi objek adalah cabang primer, maka pelaksanaannya dilakukan setelah tanaman kakao muda telah membentuk cabang primer atau telah membentuk jorget. Umur tanaman sekitar 1 – 2 tahun setelah tanam. Cabang primer yang ditinggalkan adalah diutamakan yang tumbuhnya sehat dan kuat, arah pertumbuhannya merata dan mengarah ke atas. Pemangkasan dilakukan dengan menggunakan gunting pangkas.
Pada prinsipnya pemangkasan bentuk harus dilakukan dengan pendekatan pohon per pohon (individual). Artinya penentuan cabang primer mana yang akan dipangkas dan cabang primer mana yang ditinggalkan sangat ditentukan oleh kondisi pertumbuhan masing-masing tanaman yang pada kenyataannya sangat beragam di lapangan.

2.    Pemangkasan pemeliharaan
Pemangkasan pemeliharaan bertujuan untuk memelihara dan mempertahankan kerangka yang telah dibentuk pada pemangkasan bentuk. Jadi pemangkasan pemeliharaan merupakan lanjutan dari pemangkasan bentuk. Pada pemangkasan pemeliharaan, obyek pemangkasan adalah cabang-cabang sekunder yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap mulai dari tumbuhnya cabang-cabang sekunder hingga saat tajuk tanaman kakao saling bertemu (saling menutupi), pada saat tanaman kakao sudah waktunya memasuki pemangkasan produksi.
Pelaksanaan pemangkasan pemeliharaan adalah sbb:
ø      Pada tahap pertama, cabang-cabang sekunder yang tumbuh pada jarak 30 – 60 cm dari titik percabangan (jorget) diubah.
ø      Cabang-cabang sekunder berikutnya diatur agar letaknya tidak saling berdekatan. Pembuangan sebagian cabang sekunder dilakukan secara bertahap sesuai kecepatan pertumbuhan cabang-cabang tersebut. Jarak antara cabang-cabang sekunder dianjurkan antara 15 – 25 cm dan diupayakan agar letak cabang sekunder yang tinggal diatur secara selang seling (zig zag)Pemangkasan cabang sekunder dilakukan dengan menggunakan gunting pangkas, parang/pisau, atau gergaji pangkas.

3.    Pemangkasan produksi
Pemangkasan produksi dilakukan pada tanaman yang telah berproduksi. Umur tanaman kira-kira 3 tahun ke atas. Tujuan utama dari pemangkasan produksi adalah meningkatkan kemampuan tanaman untuk membentuk bunga dan buah, sehingga dengan demikian maka pemangkasan produksi merupakan perlakuann pokok pada pemangkasan, karena tahap pemangkasan inilah yang berdampak langsung terhadap kemampuan tanaman untuk membentuk bunga dan buah.
Obyek pemangkasan dari pemangkasan produksi adalah daun, namun demikian dalam pelaksanaannya pemangkasan dilakukan terhadap cabang-cabang atau ranting-ranting tempat daun kakao tumbuh. Namun perlu digaris bawahi bahwa pada pemangkasan produksi pemotongan cabang besar (diameter lebih dari 2,5 cm) perlu dihindari kecuali karena terpaksa, misalnya karena cabang tersebut rusak akibat serangan hama dan penyakit atau rusak karena penyebab fisik seperti patah karena angin.
            Pemangkasan produksi dilaksanakan dengan membuang cabang-cabang atau ranting-ranting sebagai berikut :
a.  Tunas aisebaiknya dikeluarkan kecuali tunas air yang dipersiapkan untuk regenerasi(rehabilitasi dengan metode chuppon grafting).


b.   Cabang balik, yaitu cabang yang tumbuhnya mengarah atau masuk ke dalam tajuk sebaiknya di keluarkan kecuali cabang yang berfungsi melindungi jorget.

c.   Cabang gantung, yaitu cabang-cabang yang menggantung yang kurang produktif. Sedangkan yang produktif dipotong sebagian (pada bagian lengkungan) sehingga pertumbuhan cabang bisa dinaikkan atau diarahkan ke atas.


d.  Cabang-cabang cacing, yaitu cabang kecil yang tumbuhnya kerdil yang sifatnya tidak produktif.


e.   Cabang-cabang yang terlalu rapat atau sangat berdekatan satu sama lain serta cabangcabang yang tumbuhnya tidak teratur.

f.   Cabang-cabang yang saling tindih baik di dalam individu tanaman itu sendiri maupun dengan cabang dari tanaman lain disekitarnya.

g.    Cabang-cabang rusak baik karena serangan hama dan penyakit maupun karena penyebab lainnya

h.   Puncak tajuk yang diperkirakan akan menyebabkan ketinggian tajuk dapat melebihi 4 m atau yang menyebabkan tajuk tanaman berbentuk payung ganda

Selasa, 07 April 2015

PEMUPUKAN BERIMBANG

PEMUPUKAN BERIMBANG PADI SAWAH
Oleh :  Massuanna. AS, SP
Penyuluh BP3K Kec. Tana Lili Kab. Luwu Utara
Prov. Sulawesi Selatan

A.     Latar Belakang
Padi merupakan komoditas utama yang selalu di buadidayakan oleh petani indonesia. Tetapi disini banyak hal yang menjadi kendala dalam produktifitas budidaya. Seperti aduan petani di Wibi saya, beliau berkata " Pa, kenapa dengan pupuk yang diproduksi saat ini kualitasnya kurang bagus, tak seperti pupuk pada masa lalu, yang hanya membutuhkan jumlah pemaikan yang sedikit sudah membuahkan hasil yang cukup besar. apa ini permainan pasar ? " dari pertanyaan petani saya ini, saya dapat menyimpulkan menerangkan bahwa, inti dari suatu prosen budidaya tanaman khususnya padi itu tidak bisa di tumpukan pada pemupukan saja. Ada beberapa yang perlu bapak ketahui dalam proses budidaya ;
1.  Kenali varietas padi yang anda tanam.
2.  Pengolahan lahan yang baik.
3. Pengairan yang optimal ( saluran pemasukan dan saluran pengeluaran dapat berjalan dg baik )
4.  Pemupukan yang berimbang.
5. Pengendalian OPT dan Penyakit pada tanaman.
Dari lima hal yang perlu bapaki ketahui diatas, hal yang paling petani kurang dipahami adalah pemupukan yang berimbang. Apasih pemupukan yang berimbang itu ? Apa kita harus memupuk semua kandungan dengan takaran yang sama ?. Tentunya yang di maksut pemupukan berimbang disini bukan sperti itu. Pengertian dari pemupukan berimbang adalah pemupukan yang di landasi dengan kebutuhan akan unsur makro dan mikro sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Apa sih yang dimaksud unsur makro dan mikro ? unsur makro adalah unsur yang di butuhkan oleh tanaman dengan jumlah yang relatif besar seperti N, P, K. senangkan unsur mikro adalah unsur yang dibutuhkan tanaman yang relatif sedikit contohnya Fn. Br dll. berkaitan dengan pemupukan berimbang, saat ini pemerintah khususnya dinas pertanian dan lembaga lembanga BUMN seperti PT Petrokimia Gresik telah menerapakan dosis pupuk yang cukup untuk padi khususnya di wilayah pulau Sulawesi. Dosis yang di tetapkan adalah (5 : 3 : 2 ) 500 kg pupuk organik + 300 kg Phonska + 200 kg urea tiap satuan hektar. Atas dasar apa penetapan dosis tersebut di rekomendasikan ? Perlu diketahui, bahwa pemerintah khususnya dinas pertanian bekerja sama dengaan lembaga BUMN yang bergerk di pertanian telah meneliti kandungan unsur hara di berbagai daerah di indonesia, guna menetapakan kebutuhan unsur hara tambahan di stiap budidaya tanaman tertentu. Apasih dampak dari pemupukan berimbang ? salah satu dampak utama adalah dapat meperoleh hasil yang maksimal dengan biaya produsi yang minim, dengan pemupukan berimbang dapat memperbaiki struktur tanah yang ada. bagaimana dengan cara aplikasinya ? dengan dosis 500 kg organik + 300 kg phonska + 200 kg urea per satuan hektar.
Hal ini dapat mengaplikasikan 3 kali. aplikasi pertama adalah pupuk dasar. pupuk dasar adalah pupuk yang dibenamkan disaat setelah proses pengolahan lahan (sebelum tanam. dengan cara ketika lahan sedang di balik (singkal) taburkan merata 500 kg organik ke lahan seluas 1 hektar. kemudian garu / pengancuran tanah. pemupukan yang kedua ketika tanaman berumur 14 hst (hari setelah tanam) dngan dosis 300 klg phoska + 150 kg urea. dan aplikasi yang ke 3 50 kg urea ketika tanaman mendekati fase bunting.

Takaran pupuk yang digunakan untuk memupuk satu jenis tanaman akan berbeda untuk masing-masing jenis tanah, hal ini dapat dipahami karena setiap jenis tanah memiliki karakteristik dan susunan kimia tanah yang berbeda. Ada beberapa hal penting yang perlu dicermati untuk mendapatkan efisiensi dalam pemupukan, antara lain : jenis pupuk yangdigunakan, sifat dari pupuk itu sendiri, waktu pemupukan dan syarat pemberian pupuk serta caraatau metode pemupukan.Peningkatan produksi pertanian dapat dicapai melalui pendekatan teknologi yang tepatantara lain dengan menerapkan teknologi pemupukan berimbang spesifik lokasi. Saat initeknologi pemupukan sesuai anjuran hampir tidak dilakukan oleh sebagian petani ndonesia,sehingga menyebabkan pemupukan menjadi tidak berimbang. Konsep Pemupukan Berimbang adalah :
1. Selama ini di masyarakat berkembang pengertian bahwa pemupukan berimbang adalah pemupukan yang menggunakan pupuk majemuk. Pengertian tersebut perlu segera diluruskan, karena konsep pemupukan berimbang adalah penambahan pupuk ke dalam tanah dengan jumlah dan jenis hara yang sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan hara oleh tanaman untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil komoditas pertanian.
2. Pemupukan berimbang dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa jenis pupuk tunggal yang dicampur secara sederhana simple blending', atau dicampur secara mekanis mechanical blending' atau melalui teknologi pencampuran secara kimia
Akhir-akhir ini berdasarkan hasil ubinan yang ada menunjukkan bahwa produksi yang telah dicapai pada saat ini tidak ada kenaikan produksi dibanding tahun-tahun yang telah lalu, boleh dikatakan produksinya menurun. Kenaikan produksi yang Nampak telah dicapai di tahun 1980 s/d 1985, pada saat itu kita telah mencapai swasembada beras, kita mampu mengexport beras kenegara yang membutuhkan. Adanya kecenderungan penurunan produksi, dapat diistilahkan gejala leveling of, dari hasil penelitian dari para ahli, kondisi ini diakibatkan oleh perlakuan pemupukan yang tidak rasional, kecenderungan pemupukan N yang berlebihan, tidak diimbangi dengan pemberian unsure yang lain yang cukup, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi hara tanah yang ada

B.  Kebutuhan Hara Tanaman
Tanaman memperoleh makanan dapat berasal dari udara , air, tanah, dan unsure-unsur organic sebagai contoh :
1.  Dari udara dan air tanah : Karbon (C ) Hidrogen ( H ), oksigen (O)
2.  Dari tanah, pupuk buatan dan kotoran hewan : Nitrogen (N), Pospor (P), Kalium ( K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Sulfur ( S ), Besi (Fe), Mangan (Mn), dan Klorin (Cl), Co ( Kobalt) Unsur-unsur tersebut memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan tanaman, masing-masing unsure memiliki fungsi yang spesifik dan tidak dapat digantikan oleh unsure yang lain. Dalam hal peningkatan produksi pertanian penggunaan pupuk berimbang sangat penting karena dengan pemberian pupuk yang mengandung unsure N, P, K, S. dapat meningkatkan produksi padi yang ada.                        
C.  Pengertian Pupuk Berimbang
Pupuk berimbang adalah suatu cara pemberian pupuk makro (NPKS ) yang seimbang yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kandungan hara tanah, dengan tetap memperhatikan pemberian  unsure hara mikro yang lain. Untuk kebutuhan pupuk yang mengandung unsure N, P, K, S dapat diambil dari pupuk kimia, sedang unsure hara mikro dapat diambil dari pupuk organic/ kandang. Pemupukan berimbang yaitu pemberian berbagai unsure hara dalam bentuk pupuk untuk memenuhi kekurangan hara yang dibutuhkan tanaman berdasarkan tingkat hasil yang ingin dicapai dan hara yang tersedia dalam tanah. 

D.  Fungsi & Manfaat Pemupukan Berimbang
a.   Pupuk Nitrogen (N) yang dapat berupa Amonium sulfat/ ZA (NH4)2SO4, Urea (CO (NH2)2), Amonium nitrat (NH4NO3).
Fungsi dari pupuk nitrogen antara lain :
-    Merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun
-    Membuat warna daun lebih tampak hijau
-    Memperbanyak anakan
-    Memperbaiki mutu dan jumlah hasil

b.   Pupuk P ( Fosfor )
Yang termasuk pupuk ini adalah super pospat tunggal (ES), Double superfosfat (DS) dan Triple super fosfat (TSP ), pupuk fosfor sebetulnya juga larut dalam air tetapi tidak secepat pupuk  urea, pupuk ini berfungsi :
-    Memperpanjang pertumbuhan akar, sehingga tanaman mudah menyerap makanan
-    Menguatkan batang dan mempercepat proses pemasakan buah
-    Memperbaiki mutu dan jumlah hasil

c.   Pupuk K ( Kalium)
Yang termasuk dalam pupuk kalium adalah pupuk kalium tunggal antara lain kalium sulfat (ZK), kalium magnesium sulfat.
Fungsi kalium bagi tanman :
-   Memperbaiki pertumbuhan tanaman
-   Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama/penyakit
-   Memperbaiki mutu hasil

E.  Dosis Pupuk Berimbang
Sebagai Pedoman : untuk setiap ton gabag yang dihasilkan tanaman padi membutuhkan hara N sekitar 17,5kg, P. seanya 3 kg dan K sebanyak 17kg. agar pemberian pupuk dapat efektif dan efisien penggunaan pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah. Kebutuhan N tanaman dapat diketahui dengan mengukur tingkat kehijauan warna daun (BWD ). Pemupukan P dan K disesuaikan dengan hasil analisis status hara tanah sawah dan kebutuhan tanaman
Kisaran dosis pemupukan berdasarkan Permentan No.40/OT.140/4/2007
1.   Apabila menggunakan pupuk tunggal
Pupuk
Tanpa Organik
Dengan Jerami
5 Ton/ha
Dengan organic 2 ton/ha
Urea
250-350
230-330
200-250
SP 36
50-100
50-100
25-75
Kcl
50-100
0-50
30-80


2.  Apabila menggunakan kombinasi pupuk tunggal dan pupuk majemuk Phonska
Pupuk
Dosis kg/ha
Dosis Kg/Ha
Dosis Kg/Ha
Phonska
200
250
300
Urea
185-285
170-270
150-250
Sp36
Kurang 15
s/d surplus P
Surplus P
Surplus P
Kcl
Kurang 50 s/d cukup K
Kurang 40 s/d Surplus K
Kurang 35 s/d Surplus K


3.  Anjuran waktu pemupukan
Pemupukan I : umur 0-14 hari setelah tanam
Pemupukan ke II : umur 21-28 hari setelah tanam
Pemupukan ke III : umur 35 hari setelah tanam hingga primordia


ANJURAN PEMUPUKAN BERIMBANG MENGGUNAKAN PUPUK MAJEMUK

No
Komoditi
Dosis
Waktu Aplikasi Takaran
1
Anggur
1.800 gr Phonska/Pohon
Setelah Rompes : 900 gr Phonska/Pohon
Saat Pembesaran Buah : 900 gr Phonska/Pohon
2
Apel
1.600 gr Phonska/Pohon
Setelah Rompes : 800 gr Phonska/Pohon
Saat Pembesaran Buah : 800 gr Phonska/Pohon
3.
Jeruk
1.600 gr Phonska/Pohon
Awal Musim Hujan : 800 gr Phonska/Pohon
Akhir Musim Hujan : 800 gr Phonska/Pohon
4.
Cengkeh
5.000 gr Phonska/Pohon
2.500 gr Phonska/Pohon
Awal Musim Hujan : 2.500 gr Phonska + 1.250 gr Urea/Pohon
Akhir Musim Hujan : 2.500 gr Phonska + 1.250 gr Urea/Pohon
5.
Kakao
1.000 gr Phonska/Pohon
150 gr Kieserit/Pohon
Awal Musim Hujan : 500 gr Phonska + 75 gr Kieserit/Pohon
Akhir Musim Hujan : 500 gr Phonska + 75 gr Kieserit/Pohon
6.
Kelapa Sawit
5.500 gr Phonska/Pohon
1.000 gr KCL/Pohon
1.000 gr Kieserit/Pohon
Awal Musim Hujan : 2.750 gr Phonska + 500 gr KCL + 500 gr Kieserit/Pohon
Akhir Musim Hujan : 2.7500 gr Phonska + 500 gr KCL + 500 gr Kieserit/Pohon
7.
Kopi
1.100 gr Phonska/Pohon
150 gr Kieserit/Pohon
Awal Musim Hujan : 550 gr Phonska + 75 gr Kieserit/Pohon
Akhir Musim Hujan : 550 gr Phonska + 75 gr Kieserit/Pohon
8.
Lada
3.160 gr Phonska/Pohon
300 gr KCL/Pohon
275 gr Kieserit/Pohon
Awal Musim Hujan : 1.500 gr Phonska + 120 gr KCL + 100 gr Kieserit/Pohon
Susulan I : 850 gr Phonska + 90 gr Kcl + 85 gr   Kieserit/Pohon
Susulan II : 540 gr Phonska + 60 gr Kcl + 60 gr Kieserit/Pohon
Susulan III : 270 gr Phonska + 30 gr Kcl + 30 gr Kieserit/Pohon
Catatan : Interval Pemupukan 40 –45 Hari
9.
Bawang Merah
800 kg Phonska
400 kg ZA
Dasar : 400 kg Phonska + 200 kg ZA
30 HST : 400 kg Phonska + 200 kg ZA
10.
Bawang Putih
800 kg Phonska
400 kg ZA
Dasar : 400 kg Phonska
20 HST : 400 kg Phonska + 50 kg ZA
40 HST : 350 kg ZA
11.
Buncis/Kacang Panjang
450 kg Phonska
Dasar : 150 kg Phonska
15 HST : 150 kg Phonska
30 HST : 150 kg Phonska
12.
Brokoli
800 kg Phonska
Dasar : 300 kg Phonska
15 HST : 250 kg Phonska
30 HST : 250 kg Phonska
13.
Jagung Hibrida
300 kg Phonska
300 kg Urea
Dasar : 150 kg Phonska + 75 kg Urea
20 HST : 150 kg Phonska + 75 kg Urea
35 HST : 150 kg Urea
14.
Kacang Panjang
450 kg Phonska
Dasar : 150 kg Phonska
15 HST : 150 kg Phonska
30 HST : 150 kg Phonska
15.
Kacang Tanah
250 kg Phonska
Dasar : 125 kg Phonska
30 HST : 125 kg Phonska
16.
Kedele
250 kg Phonska
Dasar : 125 kg Phonska
30 HST : 125 kg Phonska
17.
Kentang
1.000 kg Phonska
200 kg ZA
Dasar : 500 kg Phonska + 100 kg ZA
30 HST : 500 kg Phonska + 100 kg ZA
18.
Kubis
400 kg Phonska
300 kg ZA
Dasar : 200 kg Phonska + 50 kg ZA
15 HST : 200 kg Phonska + 50 kg ZA
30 HST : 200 kg ZA
19.
Kubis Bunga
800 kg Phonska
Dasar : 300 kg Phonska
15 HST : 250 kg Phonska
30 HST : 250 kg Phonska
20.
Lombok
800 kg Phonska
200 kg ZA
Dasar : 400 kg Phonska
20 HST : 400 kg Phonska
40 HST : 200 kg ZA
21.
Melon
1.200 kg Phonska
200 kg KCL
Dasar : 400 kg Phonska + 100 kg KCL
1-8 MST : 800 kg Phonska + 100 kg KCL
Sistem Kocoran : 100-180 gr/10 ltr, untuk 10 tanamansetiap 3 hari sekali
22.
Mentimun
400 kg Phonska
Dasar : 100 kg Phonska
20 HST : 150 kg Phonska
35 HST : 150 kg Phonska
23.
Padi Sawah
300 kg Phonska
200 kg Urea
Dasar** : 150 kg Phonska + 50 kg Urea
20 HST : 150 kg Phonska + 50 kg Urea
35 HST : 100 kg Urea
24.
Semangka
1.200 kg Phonska
200 kg KCL
Dasar : 400 kg Phonska + 100 kg KCL
1-8 MST : 800 kg Phonska + 100 kg KCL
Sistem Kocoran : 100-180 gr/10 ltr, untuk 10 tanamansetiap 3 hari sekali
25.
Terong
700 kg Phonska
150 kg ZA
Dasar : 300 kg Phonska
15 HST : 300 kg Phonska
30 HST : 100 kg Phonska + 150 kg ZA
26.
Tomat
800 kg Phonska
200 kg ZA
Dasar : 400 kg Phonska
15 HST : 400 kg Phonska
30 HST : 200 kg ZA
27.
Ubi Jalar
300 kg Phonska
100 kg Urea
Dasar : 150 kg Phonska + 25 kg Urea
30 HST : 150 kg Phonska + 75 kg Urea
28.
Ubi Kayu
300 kg Phonska
150 kg Urea
Dasar : 150 kg Phonska + 25 kg Urea
60 HST : 150 kg Phonska + 125 kg Urea
29.
Wortel
400 kg Phonska
300 kg ZA
Dasar : 200 kg Phonska + 50 kg ZA
15 HST : 200 kg Phonska + 50 kg ZA
30 HST : 200 kg ZA

Catatan :
HST     :  Hari Setelah Tanam
MST    :  Minggu Setelah Tanam
**)      :  Tanah Kahat Belerang, Urea Diganti dengan 100 kg ZA



DAFTAR PUSTAKA
Wibowo. S.ST /Penyuluh Pertanian Kab. Tegal. WWW.GOOGLE.COM. Tahun 2016
WWW.GOOGLE.COM. Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi, 2016
Rubrik Event Topik Pilihan Prokontra Masuk Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi 08 November 2012 04:33:27 Diperbarui: 24 Juni 2015
http://www.kompasiana.com/indopetani/pemupukan-berimbang-pada-tanaman-padi_5518f1ba813311bc729de0d7


WWW.PETROKIMIA-GRESIK.COM. Anjuran Pemupukan Berimbang Menggunakan Pupuk Majemuk, Tahun 2016