PEMUPUKAN BERIMBANG PADI SAWAH
Oleh : Massuanna. AS, SP
Penyuluh BP3K Kec. Tana Lili Kab. Luwu Utara
Prov. Sulawesi Selatan
A. Latar Belakang
Padi merupakan komoditas utama yang selalu di buadidayakan oleh petani indonesia. Tetapi disini banyak hal yang menjadi kendala dalam produktifitas budidaya. Seperti aduan petani di Wibi saya, beliau berkata " Pa, kenapa dengan pupuk yang diproduksi saat ini kualitasnya kurang bagus, tak seperti pupuk pada masa lalu, yang hanya membutuhkan jumlah pemaikan yang sedikit sudah membuahkan hasil yang cukup besar. apa ini permainan pasar ? " dari pertanyaan petani saya ini, saya dapat menyimpulkan menerangkan bahwa, inti dari suatu prosen budidaya tanaman khususnya padi itu tidak bisa di tumpukan pada pemupukan saja. Ada beberapa yang perlu bapak ketahui dalam proses budidaya ;
1. Kenali varietas padi yang anda tanam.
2. Pengolahan lahan yang baik.
3. Pengairan yang optimal ( saluran pemasukan dan saluran pengeluaran dapat berjalan dg baik )
4. Pemupukan yang berimbang.
5. Pengendalian OPT dan Penyakit pada tanaman.
Dari lima hal yang perlu bapaki ketahui diatas, hal yang paling petani kurang dipahami adalah pemupukan yang berimbang. Apasih pemupukan yang berimbang itu ? Apa kita harus memupuk semua kandungan dengan takaran yang sama ?. Tentunya yang di maksut pemupukan berimbang disini bukan sperti itu. Pengertian dari pemupukan berimbang adalah pemupukan yang di landasi dengan kebutuhan akan unsur makro dan mikro sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Apa sih yang dimaksud unsur makro dan mikro ? unsur makro adalah unsur yang di butuhkan oleh tanaman dengan jumlah yang relatif besar seperti N, P, K. senangkan unsur mikro adalah unsur yang dibutuhkan tanaman yang relatif sedikit contohnya Fn. Br dll. berkaitan dengan pemupukan berimbang, saat ini pemerintah khususnya dinas pertanian dan lembaga lembanga BUMN seperti PT Petrokimia Gresik telah menerapakan dosis pupuk yang cukup untuk padi khususnya di wilayah pulau Sulawesi. Dosis yang di tetapkan adalah (5 : 3 : 2 ) 500 kg pupuk organik + 300 kg Phonska + 200 kg urea tiap satuan hektar. Atas dasar apa penetapan dosis tersebut di rekomendasikan ? Perlu diketahui, bahwa pemerintah khususnya dinas pertanian bekerja sama dengaan lembaga BUMN yang bergerk di pertanian telah meneliti kandungan unsur hara di berbagai daerah di indonesia, guna menetapakan kebutuhan unsur hara tambahan di stiap budidaya tanaman tertentu. Apasih dampak dari pemupukan berimbang ? salah satu dampak utama adalah dapat meperoleh hasil yang maksimal dengan biaya produsi yang minim, dengan pemupukan berimbang dapat memperbaiki struktur tanah yang ada. bagaimana dengan cara aplikasinya ? dengan dosis 500 kg organik + 300 kg phonska + 200 kg urea per satuan hektar.
Hal ini dapat mengaplikasikan 3 kali. aplikasi pertama adalah pupuk dasar. pupuk dasar adalah pupuk yang dibenamkan disaat setelah proses pengolahan lahan (sebelum tanam. dengan cara ketika lahan sedang di balik (singkal) taburkan merata 500 kg organik ke lahan seluas 1 hektar. kemudian garu / pengancuran tanah. pemupukan yang kedua ketika tanaman berumur 14 hst (hari setelah tanam) dngan dosis 300 klg phoska + 150 kg urea. dan aplikasi yang ke 3 50 kg urea ketika tanaman mendekati fase bunting.
Takaran pupuk yang digunakan untuk memupuk satu jenis tanaman akan berbeda untuk masing-masing jenis tanah, hal ini dapat dipahami karena setiap jenis tanah memiliki karakteristik dan susunan kimia tanah yang berbeda. Ada beberapa hal penting yang perlu dicermati untuk mendapatkan efisiensi dalam pemupukan, antara lain : jenis pupuk yangdigunakan, sifat dari pupuk itu sendiri, waktu pemupukan dan syarat pemberian pupuk serta caraatau metode pemupukan.Peningkatan produksi pertanian dapat dicapai melalui pendekatan teknologi yang tepatantara lain dengan menerapkan teknologi pemupukan berimbang spesifik lokasi. Saat initeknologi pemupukan sesuai anjuran hampir tidak dilakukan oleh sebagian petani ndonesia,sehingga menyebabkan pemupukan menjadi tidak berimbang. Konsep Pemupukan Berimbang adalah :
1. Selama ini di masyarakat berkembang pengertian bahwa pemupukan berimbang adalah pemupukan yang menggunakan pupuk majemuk. Pengertian tersebut perlu segera diluruskan, karena konsep pemupukan berimbang adalah penambahan pupuk ke dalam tanah dengan jumlah dan jenis hara yang sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan hara oleh tanaman untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil komoditas pertanian.
2. Pemupukan berimbang dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa jenis pupuk tunggal yang dicampur secara sederhana simple blending', atau dicampur secara mekanis mechanical blending' atau melalui teknologi pencampuran secara kimia
Akhir-akhir ini berdasarkan hasil ubinan yang ada menunjukkan bahwa produksi yang telah dicapai pada saat ini tidak ada kenaikan produksi dibanding tahun-tahun yang telah lalu, boleh dikatakan produksinya menurun. Kenaikan produksi yang Nampak telah dicapai di tahun 1980 s/d 1985, pada saat itu kita telah mencapai swasembada beras, kita mampu mengexport beras kenegara yang membutuhkan. Adanya kecenderungan penurunan produksi, dapat diistilahkan gejala leveling of, dari hasil penelitian dari para ahli, kondisi ini diakibatkan oleh perlakuan pemupukan yang tidak rasional, kecenderungan pemupukan N yang berlebihan, tidak diimbangi dengan pemberian unsure yang lain yang cukup, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi hara tanah yang ada
B. Kebutuhan Hara Tanaman
Tanaman memperoleh makanan dapat berasal dari udara , air, tanah, dan unsure-unsur organic sebagai contoh :
1. Dari udara dan air tanah : Karbon (C ) Hidrogen ( H ), oksigen (O)
2. Dari tanah, pupuk buatan dan kotoran hewan : Nitrogen (N), Pospor (P), Kalium ( K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Sulfur ( S ), Besi (Fe), Mangan (Mn), dan Klorin (Cl), Co ( Kobalt) Unsur-unsur tersebut memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan tanaman, masing-masing unsure memiliki fungsi yang spesifik dan tidak dapat digantikan oleh unsure yang lain. Dalam hal peningkatan produksi pertanian penggunaan pupuk berimbang sangat penting karena dengan pemberian pupuk yang mengandung unsure N, P, K, S. dapat meningkatkan produksi padi yang ada.
C. Pengertian Pupuk Berimbang
Pupuk berimbang adalah suatu cara pemberian pupuk makro (NPKS ) yang seimbang yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kandungan hara tanah, dengan tetap memperhatikan pemberian unsure hara mikro yang lain. Untuk kebutuhan pupuk yang mengandung unsure N, P, K, S dapat diambil dari pupuk kimia, sedang unsure hara mikro dapat diambil dari pupuk organic/ kandang. Pemupukan berimbang yaitu pemberian berbagai unsure hara dalam bentuk pupuk untuk memenuhi kekurangan hara yang dibutuhkan tanaman berdasarkan tingkat hasil yang ingin dicapai dan hara yang tersedia dalam tanah.
D. Fungsi & Manfaat Pemupukan Berimbang
a. Pupuk Nitrogen (N) yang dapat berupa Amonium sulfat/ ZA (NH4)2SO4, Urea (CO (NH2)2), Amonium nitrat (NH4NO3).
Fungsi dari pupuk nitrogen antara lain :
- Merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun
- Membuat warna daun lebih tampak hijau
- Memperbanyak anakan
- Memperbaiki mutu dan jumlah hasil
b. Pupuk P ( Fosfor )
Yang termasuk pupuk ini adalah super pospat tunggal (ES), Double superfosfat (DS) dan Triple super fosfat (TSP ), pupuk fosfor sebetulnya juga larut dalam air tetapi tidak secepat pupuk urea, pupuk ini berfungsi :
- Memperpanjang pertumbuhan akar, sehingga tanaman mudah menyerap makanan
- Menguatkan batang dan mempercepat proses pemasakan buah
- Memperbaiki mutu dan jumlah hasil
c. Pupuk K ( Kalium)
Yang termasuk dalam pupuk kalium adalah pupuk kalium tunggal antara lain kalium sulfat (ZK), kalium magnesium sulfat.
Fungsi kalium bagi tanman :
- Memperbaiki pertumbuhan tanaman
- Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama/penyakit
- Memperbaiki mutu hasil
E. Dosis Pupuk Berimbang
Sebagai Pedoman : untuk setiap ton gabag yang dihasilkan tanaman padi membutuhkan hara N sekitar 17,5kg, P. seanya 3 kg dan K sebanyak 17kg. agar pemberian pupuk dapat efektif dan efisien penggunaan pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah. Kebutuhan N tanaman dapat diketahui dengan mengukur tingkat kehijauan warna daun (BWD ). Pemupukan P dan K disesuaikan dengan hasil analisis status hara tanah sawah dan kebutuhan tanaman
Kisaran dosis pemupukan berdasarkan Permentan No.40/OT.140/4/2007
1. Apabila menggunakan pupuk tunggal
Pupuk
|
Tanpa Organik
|
Dengan Jerami
5 Ton/ha
|
Dengan organic 2 ton/ha
|
Urea
|
250-350
|
230-330
|
200-250
|
SP 36
|
50-100
|
50-100
|
25-75
|
Kcl
|
50-100
|
0-50
|
30-80
|
2. Apabila menggunakan kombinasi pupuk tunggal dan pupuk majemuk Phonska
Pupuk
|
Dosis kg/ha
|
Dosis Kg/Ha
|
Dosis Kg/Ha
|
Phonska
|
200
|
250
|
300
|
Urea
|
185-285
|
170-270
|
150-250
|
Sp36
|
Kurang 15
s/d surplus P
|
Surplus P
|
Surplus P
|
Kcl
|
Kurang 50 s/d cukup K
|
Kurang 40 s/d Surplus K
|
Kurang 35 s/d Surplus K
|
3. Anjuran waktu pemupukan
Pemupukan I : umur 0-14 hari setelah tanam
Pemupukan ke II : umur 21-28 hari setelah tanam
Pemupukan ke III : umur 35 hari setelah tanam hingga primordia
ANJURAN PEMUPUKAN BERIMBANG MENGGUNAKAN PUPUK MAJEMUK
No
|
Komoditi
|
Dosis
|
Waktu Aplikasi Takaran
|
1
|
Anggur
|
1.800 gr Phonska/Pohon
|
Setelah Rompes : 900 gr Phonska/Pohon
Saat Pembesaran Buah : 900 gr Phonska/Pohon
|
2
|
Apel
|
1.600 gr Phonska/Pohon
|
Setelah Rompes : 800 gr Phonska/Pohon
Saat Pembesaran Buah : 800 gr Phonska/Pohon
|
3.
|
Jeruk
|
1.600 gr Phonska/Pohon
|
Awal Musim Hujan : 800 gr Phonska/Pohon
Akhir Musim Hujan : 800 gr Phonska/Pohon
|
4.
|
Cengkeh
|
5.000 gr Phonska/Pohon
2.500 gr Phonska/Pohon
|
Awal Musim Hujan : 2.500 gr Phonska + 1.250 gr Urea/Pohon
Akhir Musim Hujan : 2.500 gr Phonska + 1.250 gr Urea/Pohon
|
5.
|
Kakao
|
1.000 gr Phonska/Pohon
150 gr Kieserit/Pohon
|
Awal Musim Hujan : 500 gr Phonska + 75 gr Kieserit/Pohon
Akhir Musim Hujan : 500 gr Phonska + 75 gr Kieserit/Pohon
|
6.
|
Kelapa Sawit
|
5.500 gr Phonska/Pohon
1.000 gr KCL/Pohon
1.000 gr Kieserit/Pohon
|
Awal Musim Hujan : 2.750 gr Phonska + 500 gr KCL + 500 gr Kieserit/Pohon
Akhir Musim Hujan : 2.7500 gr Phonska + 500 gr KCL + 500 gr Kieserit/Pohon
|
7.
|
Kopi
|
1.100 gr Phonska/Pohon
150 gr Kieserit/Pohon
|
Awal Musim Hujan : 550 gr Phonska + 75 gr Kieserit/Pohon
Akhir Musim Hujan : 550 gr Phonska + 75 gr Kieserit/Pohon
|
8.
|
Lada
|
3.160 gr Phonska/Pohon
300 gr KCL/Pohon
275 gr Kieserit/Pohon
|
Awal Musim Hujan : 1.500 gr Phonska + 120 gr KCL + 100 gr Kieserit/Pohon
Susulan I : 850 gr Phonska + 90 gr Kcl + 85 gr Kieserit/Pohon
Susulan II : 540 gr Phonska + 60 gr Kcl + 60 gr Kieserit/Pohon
Susulan III : 270 gr Phonska + 30 gr Kcl + 30 gr Kieserit/Pohon
Catatan : Interval Pemupukan 40 –45 Hari
|
9.
|
Bawang Merah
|
800 kg Phonska
400 kg ZA
|
Dasar : 400 kg Phonska + 200 kg ZA
30 HST : 400 kg Phonska + 200 kg ZA
|
10.
|
Bawang Putih
|
800 kg Phonska
400 kg ZA
|
Dasar : 400 kg Phonska
20 HST : 400 kg Phonska + 50 kg ZA
40 HST : 350 kg ZA
|
11.
|
Buncis/Kacang Panjang
|
450 kg Phonska
|
Dasar : 150 kg Phonska
15 HST : 150 kg Phonska
30 HST : 150 kg Phonska
|
12.
|
Brokoli
|
800 kg Phonska
|
Dasar : 300 kg Phonska
15 HST : 250 kg Phonska
30 HST : 250 kg Phonska
|
13.
|
Jagung Hibrida
|
300 kg Phonska
300 kg Urea
|
Dasar : 150 kg Phonska + 75 kg Urea
20 HST : 150 kg Phonska + 75 kg Urea
35 HST : 150 kg Urea
|
14.
|
Kacang Panjang
|
450 kg Phonska
|
Dasar : 150 kg Phonska
15 HST : 150 kg Phonska
30 HST : 150 kg Phonska
|
15.
|
Kacang Tanah
|
250 kg Phonska
|
Dasar : 125 kg Phonska
30 HST : 125 kg Phonska
|
16.
|
Kedele
|
250 kg Phonska
|
Dasar : 125 kg Phonska
30 HST : 125 kg Phonska
|
17.
|
Kentang
|
1.000 kg Phonska
200 kg ZA
|
Dasar : 500 kg Phonska + 100 kg ZA
30 HST : 500 kg Phonska + 100 kg ZA
|
18.
|
Kubis
|
400 kg Phonska
300 kg ZA
|
Dasar : 200 kg Phonska + 50 kg ZA
15 HST : 200 kg Phonska + 50 kg ZA
30 HST : 200 kg ZA
|
19.
|
Kubis Bunga
|
800 kg Phonska
|
Dasar : 300 kg Phonska
15 HST : 250 kg Phonska
30 HST : 250 kg Phonska
|
20.
|
Lombok
|
800 kg Phonska
200 kg ZA
|
Dasar : 400 kg Phonska
20 HST : 400 kg Phonska
40 HST : 200 kg ZA
|
21.
|
Melon
|
1.200 kg Phonska
200 kg KCL
|
Dasar : 400 kg Phonska + 100 kg KCL
1-8 MST : 800 kg Phonska + 100 kg KCL
Sistem Kocoran : 100-180 gr/10 ltr, untuk 10 tanamansetiap 3 hari sekali
|
22.
|
Mentimun
|
400 kg Phonska
|
Dasar : 100 kg Phonska
20 HST : 150 kg Phonska
35 HST : 150 kg Phonska
|
23.
|
Padi Sawah
|
300 kg Phonska
200 kg Urea
|
Dasar** : 150 kg Phonska + 50 kg Urea
20 HST : 150 kg Phonska + 50 kg Urea
35 HST : 100 kg Urea
|
24.
|
Semangka
|
1.200 kg Phonska
200 kg KCL
|
Dasar : 400 kg Phonska + 100 kg KCL
1-8 MST : 800 kg Phonska + 100 kg KCL
Sistem Kocoran : 100-180 gr/10 ltr, untuk 10 tanamansetiap 3 hari sekali
|
25.
|
Terong
|
700 kg Phonska
150 kg ZA
|
Dasar : 300 kg Phonska
15 HST : 300 kg Phonska
30 HST : 100 kg Phonska + 150 kg ZA
|
26.
|
Tomat
|
800 kg Phonska
200 kg ZA
|
Dasar : 400 kg Phonska
15 HST : 400 kg Phonska
30 HST : 200 kg ZA
|
27.
|
Ubi Jalar
|
300 kg Phonska
100 kg Urea
|
Dasar : 150 kg Phonska + 25 kg Urea
30 HST : 150 kg Phonska + 75 kg Urea
|
28.
|
Ubi Kayu
|
300 kg Phonska
150 kg Urea
|
Dasar : 150 kg Phonska + 25 kg Urea
60 HST : 150 kg Phonska + 125 kg Urea
|
29.
|
Wortel
|
400 kg Phonska
300 kg ZA
|
Dasar : 200 kg Phonska + 50 kg ZA
15 HST : 200 kg Phonska + 50 kg ZA
30 HST : 200 kg ZA
|
Catatan :
HST : Hari Setelah Tanam
MST : Minggu Setelah Tanam
**) : Tanah Kahat Belerang, Urea Diganti dengan 100 kg ZA
DAFTAR PUSTAKA
WWW.GOOGLE.COM. Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi, 2016
Rubrik Event Topik Pilihan Prokontra Masuk Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi 08 November 2012 04:33:27 Diperbarui: 24 Juni 2015
http://www.kompasiana.com/indopetani/pemupukan-berimbang-pada-tanaman-padi_5518f1ba813311bc729de0d7
WWW.PETROKIMIA-GRESIK.COM. Anjuran Pemupukan Berimbang Menggunakan Pupuk Majemuk, Tahun 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar